Foto diambil saat camping survival
Dulu namanya adalah puncak lonceng. Puncak yang kami anggap adalah sebagai tanah bumi yang paling tinggi di desa kami ketika itu. Puncak yang benar-benar baru pertama kali kami rasakan begitu sempurna, begitu indah. Tontonan diatas sana benar-benar menakjubkan tentang Bumi ini. Subhanallah.
Ketika saat itu, ketika mungkin usia kami masih terbilang cukup muda untuk melakukan kegiatan seperti ini, kami malah melakoninya dengan penuh semangat.
MECAKAWANI kami menyebutnya. Sebuah nama dari bahasa sunda yang berarti "Uji Nyali." Sebuah nama yang kami pakai sebagai badan aktifitas kami selanjutnya, dan seterusnya
Rizky Imanul - candid ketika ia melihat indahnya kota Sukabumi
diatas puncak. Foto diambil ketika fajar segera tiba.
Entah kapan hari itu berlangsung. Kami sudah terlalu lupa untuk mengingat tentang payahnya kami ketika itu.
Dulu namanya puncak lonceng. Belum banyak tangan-tangan jahil tahu tempat kami bermain itu. Tempat dimana ketika itu kami benar-benar menyebutnya sebagai surga. Kami hanya tahu Puncak Lonceng. Tidak ada tempat lain yang ingin kami singgahi selain Puncak Lonceng.
Sampai suatu ketika, kami banyak menemukan tempat baru di Sukabumi ini. Hingga pada akhirnya, kami tidak lagi menginjakan kaki di bukit pegunungan bagian tenggara Sukabumi itu.
Apa kabar saat ini?
Mecakawani, 13 Maret 2019
Palembang, Rizky Imanul.



إرسال تعليق